Soal, Jawaban, dan Materi Sekolah dari SD sampai Universitas

TOEFL – READING COMPREHENSION



Sesi reading merupakan sesi terlama dalam TOEFL, 45 menit dengan 60 pertanyaan. Jangan dilupakan bahwa dalam penilaian akhir TOEFL, reading comprehension memiliki kedudukan yang sama dengan kedua sesi yang lainnya.

Mengingat 60 pertanyaan yang dikerjakan dalam waktu 45 menit, waktu menjadi faktor yang sangat penting. Kamu hanya mempunyai 45 detik untu setiap pertanyaan. Itu artinya kamu tidak boleh bersantai-santai dalam membaca bacaan yang ditampilkan.

Jangan membaca bacaan dari awal sampai akhir. Gunakanlah strategi membaca yang merupakan kombinasi menyaring dan mengamati untuk mencari jawaban tanpa perlu membaca keseluruhan bacaan dan hanya mengandalkan ingatan terhadap hal yang telah kamu baca.

Menyaring : membaca bagian bacaan dengan cepat untuk mencari topik dan gagasan utama bacaan.

Mengamati : mencari kata kunci pertanyaan dari bacaab dalam rangka menemukan jawaban.

Topik bacaan TOEFL sangat banyak ragamnya, tetapi semuanya berasal dari bidang ilmu pengetahuan tertentu yang mungkin diulang pada tes yang berbeda, tetapi bacaan itu sendiri tentunya tidak pernah diulang. Subjek bisa sekitar negara Amerika ataupun tema internasional. Sebagian besar topik berhubungan dengan bidang akademis dan ilmu pengetahuan umum, serta mirip dengan bacaan dalam buku teks, majalah, atau jurnal akademis. Topik bisa berupa sejarah, geografi, iptek, medis, psikologi, filosofi, pendidikan, bisnis, dan literatur. Topik internasional seperti isu lingkungan, penyalahgunaan obat-obatan, problematika negara berkembang, dan sebagainya. 

Kamu tidak akan di tes tentang pengetahuan , tetapi hanya pemahaman kita terhadap bacaan. Meskipun begitu, pengetahuan tentang subjek yang dibicarakan akan membantu kita. Jika kita lebih akrab dengan kosa kata yang digunakan, kita akan lebih mudah memahami gagasan yang diutarakan.
Kamu harus menjawab pertanyaan dengan landasan pada apa yang dinyatakan dalam bacaan, bukan atas dasar pengetahuan yang kamu miliki. Jangan sampai opini kamu mempengaruhi jawaban yang sebenarnya tidak tercantum dalam bacaan. Kamu harus menjawab sesuai dengan apa yang pengarang tulis, walaupun mungkin kamu tidak setuju dengannya.

Pertanyaannya antara lain :

ü  What is the topic / main idea of the passage ?
ü  What would be the most suitable title for the passage ?
ü  Who might the passage be written for ?
ü  What is the purpose of the passage ?
ü  According to the passage who/what/where/when/why/how... ?
ü  According to the author who/what/where/when/why/how... ?
ü  According to the author, which of the following is NOT ...
ü  The author infers that ...
ü  In line 16, the word ‘them’ refers to ...
ü  In line 12, the word ‘xxxx’ is closet in meaning to which of the following ?
ü  Which of the following best describe the author’s attitude towards ...?
ü  What is the tone of the passage?
ü  Which of the following is most probably the subject of the paragraph following statements is best supported by the passage ?

Strategi pertanyaan topic-type

1.      Lihat pertanyaan pertama. Lihat apakah menanyakan topik, gagasan utama, judul, atau maksud bacaan.
2.      Saring kalimat pertama bacaan atau paragraf pertama jika ada banyak paragraf, untuk menemukan kata kunci guna menentukan topik atau bagaimana cara pengarang mengendalikan topik.
3.      Kamu mungkin perlu menyaring kalimat pertama setiap paragraf untuk menemukan gagasan utama. Langkah ini juga sekaligus konfirmasi terhadap topik atau judul yang telah kamu pilih
4.      Jika kamu masih belum yakin, periksa pada kesimpulan di akhir bacaan. Hal ini juga merupakan cara untuk menentukan sikap pengarang.
5.      Ketika kamu melihat pilihan jawaban, ingat bahwa dalam sesi ini sinonim jarang digunakan. Jadi kamu perlu lebih memperhatikan kata yang sama walaupun berada dalam susunan kalimat yang berbeda.
6.      Cari pilihan jawaban yang benar dan jawab pertanyaan tersebut.
7.      Kemudian lihat pertanyaan selanjutnya.

Strategi pertanyaan fakta, kesimpulan, referensi, dan pertanyaan lain
1.      Pelajari pertanyaan dengan cepat, sekali saja untuk setiap pertanyaan
2.      Lihat kata kunci, kata yang paling penting dalam pertanyaan
3.      Cari kata kunci dalam bacaan. Amati bacaan dengan cermat, jangan baca semuanya. Dalam hal ini kamu harus mencari adanya kata kunci atau hal yang berhubungan dengannya dari baris ke baris
4.      Ketika kamu telah menemukannya dalam bacaan, periksa informasi dalam pilihan jawaban. Kamu lihat kata yang sama atau sinonimnya. Jika kamu tidak menemukan jawaban pada kalimat yang sama, lihat kalimat yang mendahuluinya. Jika perlu, lihat juga kalimat setelah kalimat yang ada kata kunci tersebut. Kembali amati kata kunci dalam jawaban.
5.      Jika pertanyaannya adalah pertanyaan kesimpulan, kamu harus mencari gagasannya, bukan kata yang sama.
6.      Ketika kamu menemukan jawaban terbaik, segera gunakan sebagai jawaban kamu
7.      Kemudian lihat pilihan jawaban selanjutnya dan ulangi strategi ini.

Contoh Soal TOEFL Session II (Structure and Written Expression)


Sesi ini didesain untuk mengukur kemampuan kamu dalam mengenal bahasa yang cocok untuk standar penulisan Bahasa Inggris. Ada dua jenis pertanyaan pada sesi ini, yaitu pertanyaan struktur (Structure) dan ekspresi tertulis (Written Expression).











Pertanyaan yang ada pada bagian ini merupakan pertanyaan untuk melengkapi kalimat. Kamu akan melihat kalimat yang tidak lengkap karena ada kata atau frasa yang dihilangkan. Kata atau frasa yang sesuai untuk mengisi bagian yang hilang ini terdapat dalam pilihan jawaban A, B, C, atau D. Kamu harus memilih salah satu pilihan ini sebagai jawaban yang benar pada lembar jawaban kamu.

1)      Bentuk kata yang salah
He couldn’t find the dictionary because it was packing in the case ready for sending home.
(A)                                          (B)             (C)                        (D)
Jawaban : B
Penjelasan = Kalimat ini pasif karena berbicara tentang dictionary (it mengacu pada dictionary), tentang apa yang terjadi pada kamus itu. Kata kerja yang menyertainya harus dalam bentuk pasif, yaitu packed : it was packed.

2)      Bentuk pasif yang salah
The strange guest’s name was knew only by the host.
(A)                   (B)         (C)  (D)
Jawaban : B
Penjelasan = by menandakan kemungkinan kalimat dalam bentuk pasif, ketiadaan objek semakin memperkuat bahwa kalimat di atas dalam bentuk pasif. Bentuk pasif yang benar dari to know adalah known.

3)      Penghilangan subjek
When have been ripe, most wines are not really very good to drink.
(A)                     (B)                       (C)                           (D)
Jawaban : A
Penjelasan = Kata kerja dalam klausa bawahan, have matured, tidak mempunyai subjek dan tidak tereduksi. Jawaban yang benar adalah when have been ripe, they mengacu subjek klausa utama, most wines.
4)      Ketiadaan struktur sejajar
Not only non-smokers but also people who smoke dislike anti-social people who smoke in
(A)                                                    (B)                                (C)
prohibited areas.
      (D)
Jawaban : B
Penjelasan = Dengan konjungsi, not only ... but also, kata benda harus mempunyai struktur sejajar. Jadi, pilihan jawaban B harus seperti A, noun-smokers, kata yang benar seharusnya smokers.

5)      Tenses yang salah
Professor William giving a lecture on the history of the labor movement next week.
                                 (A)                 (B)                                      (C)              (D)
Jawaban : A
Penjelasan = Kata kerja to be dihilangkan dari present continuous tense kata kerja to give. Kalimat ini seharusnya is giving,menunjukkan bentuk future.


B.     Ekspresi Tertulis (Written Expression)
Pertanyaan yang ada pada bagian ini, setiap kalimat mempunyai empat kata atau frasa yang bergaris bawah dan ditandai sebagai pilihan jawaban A, B, C, dan D. Salah satu kata atau frasa yang bergaris bawah ini harus diubah agar kalimat menjadi benar. Dengan kata lain kamu harus memilih kata bergaris bawah yang berada dalam keadaan salah.

1)      Susunan kata setelah kata keterangan menyangkal
Never ... such a difficult test.
a.       I have seen
b.      I saw
c.       Have seen I
d.      Have I seen
Jawaban : D
Penjelasan = Setelah kata keterangan negatif (menyangkal), seperti never, kata kerja dan subjek harus ditukar. Jika ada kata kerja utama, kata keterangan negatif diikuti pola yang sama seperti pola pertanyaan, yaitu auxiliary-subjek-kata kerja bentuk dasar.

2)      Susunan kata setelah ‘so’ dan ‘neither’
I didn’t pass the examination, and neither ...
a.       As my roommate
b.      My roomate did
c.       Did my roommate
d.      My roommate passed
Jawaban : C
Penjelasan = Setelah neither auxiliary dan subjek harus ditukar. Kata kerja utama tidak diulang, dan digunakan do atau did.

3)      His teacher suggested that he ... his English.
a.       Improved
b.      Improves
c.       Improve
d.      Is improving
Jawaban : C
Penjelasan = Subjunctive digunakan ketika ada sugesti, rekomendasi atau kemungkinan pada gagasan yang diekspresikan. Pada soal di atas terdapat sugesti, lebih mirip rekomendasi, jadi harus memakai subjunctive sehingga digunakan kata kerja bentuk dasar improve.

INTEGRASI FUNGSI SDM DALAM STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN

23.32 Posted by Viviendo Mi Mejor Vida , , , , No comments
Berikut ini sharing artikel tentang Manajemen Sumber Daya Manusia yang bisa digunakan untuk menambah pengetahuan teman-teman yang masih kuliah atau praktisi bisnis. Artikel ini membahas tentang bagaimana pengintegrasian fungsi-fungsi SDM di dalam penerapan strategi bisnis yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan yang berkaitan dengan SDM.



Pengintegrasian fungsi SDM dalam strategi bisnis perusahaan mengacu pada upaya pendefinisian ulang tentang kondisi organisasi, peran dan kemampuan organisasi mengenai masalah bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan pendefinisian yang jelas mengenai peran, perilaku, kegiatan, dan tanggungjawab masing-masing karyawan sehingga karyawan mampu meningkatkan kinerjanya dengan menguasai atau memiliki bakat dan keahlian sesuai bidang kerjanya, mampu mengembangkan diri, bekerjasama dalam tim kerja sehingga memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Meningkatnya kinerja perusahaan akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan. 

Usaha-usaha untuk mengintegrasikan fungsi-fungsi SDM dalam strategi bisnis perusahaan dapat dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu pertama, mencocokkan atau menyesuaikan gaya manajerial atau aktivitas personil, kedua, meramalkan kebutuhan tenaga kerja dengan memberikan sasaran-sasaran strategis atau kondisi lingkungan yang pasti, dan ketiga, menyediakan sarana-sarana integrasi SDM dalam usaha secara menyeluruh untuk menyesuaikan strategi dan struktur perusahaan. Winter 1985, mengkategorikan derajat integrasi antara strategi perusahaan dan fungsi SDM kedalam empat level meliputi administrative linkage, one way linkage, two way linkage, dan integrative linkage. 

Administrative linkage diindikasikan oleh suatu keadaan dimana SDM memerankan peranan personal yang masih tradisional yang memberikan dukungan operasional, pengembangan program untuk mengisi berbagai keinginan melalui perusahaan. One way linkage , pada tahap ini terdapat rangkaian hubungan antara fungsi-fungsi SDM dan strategi bisnis perusahaan. Fungsi SDM adalah mendesain sistem dan program untuk mendukung sasaran strategis perusahaan, bahkan SDM bertindak untuk membuat strategi inisiatif tapi tidak mempengaruhi strategi tersebut. Two way linkage, level integrasi ini diindikasikan dengan adanya hubungan yang interdependen dan resiprokal antara fungsi SDM dan strategi kompetitif perusahaan. Pada kondisi ini, top manajer dan para perencana bisnis mengetahui bahwa rencana bisnis akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aktivitas SDM. Dengan kata lain, fungsi SDM dianggap penting dan dapat dipercaya. Integrative linkage, dikarakterisasikan dengan hubungan dinamis, interaktif antara fungsi SDM dan strategi kompetitif perusahaan. Interaksi terjadi baik secara formal maupun informal. Dalam kondisi ini, senior HR executive dianggap sebagai patner strategi bisnis bagi eksekutif senior yang lain. 

Hubungan diantara faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi antara fungsi-fungsi SDM dan strategi bisnis perusahaan ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

 Hubungan antara Fungsi SDM dengan Strategi Perusahaan



Sumber: Buller, P.F. Successful Patnerships: Human Resources and Strategis Planning at Eight Top Firm. Organizational Dynamics, pp. 41

Dari gambar diatas dapat kita simpulkan bahwa integrasi fungsi SDM dan strategi bisnis perusahaan sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitifperusahaan. Melalui integrasi tersebut diharapkan tercapai efektivitas fungsi SDM dalam melakukan fungsinya, memberikan nilai tambah bagi organisasi, memperbaiki kinerja perusahaan, dan meningkatkan fleksibilitas organisasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan lingkungan bisnis sehingga perusahaan mampu memenangkan persaingan bisnis dalam lingkungan bisnis yang makin kompetitif.